"Malam bertabur bintang sebaris mimpi terbuang dibara api panas membahang....
Sejengkal sajak kaki ku tersandi dipadang luas terbentang...
Inilah penantian ku yg makin lama serasa menghilang... Rintih sedih memantul dinding batu ketika tanggis menderu risau anggin menyapu...
Ku songsong waktu menemukan kamu.. Tapi kapan...dimana sendu... Kau gelitiki mencari sakti seakan kau tak peduli lalu pergi menusuk nadi...
Sekian lama ku nanti kabar tak jua ku temui... Chinta.. Dimanakah engkau kini...
Tidakah kau mengerti ku slalu menanti diteriknya mentari...
Sunyi malam trus hantui bahkan tancanpan duri tiap hari,
Tapi tetap ku jalani... Oh..Tuhan,... Berilah ku kuatan tuk bertahan...
Merilis arti kebhgiaan di penghujung penantian.. Walau makin lama ku nikmati benua cinta yg makin menyiksa...
Tapi ku percaya cinta kan mepersatukan kita... Di tiap urat saraf kita telah mengalir aura ya sama..
Walau asa mu tak menyala redup tak terasa..
Tapi ku yakin kita kan bertemu di satu masa...
Masa di mana hanya ada kita berdua...
Kamis, 23 Januari 2014
Bertamu Di Satu Masa
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




0 komentar:
Posting Komentar